,
27 Januari 2018 | dibaca: 853 pembaca
Ditjen Perkebunan Terima Aspirasi Masyarakat Maybrat

dari kiri: Galih Surti Solihin, Ir. Irmijati Nurbahar, Soleman Mate, Gento Widayanto dan Kiswandhono saat audiensi di ruang Kerja Direktur Tanaman Tahunan Ditjenbun, Jl. Raya Ragunan, Jakarta Selatan, (26/1/18)

Jakarta, skornews.com

 

Merasa diperlakukan tidak adil oleh pengusaha perkebunan kelapa sawit, PT ANJ Tbk. (Group), tokoh masyarakat adat Sorong Selatan dan Maybrat, Soleman Mate mewakili masyarakat setempat mengadukan nasib mereka ke Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian di  Jakarta, Jumat (26/1/19).  

 

Soleman Mate diterima Direktur Tanaman Tahunan Ir. Irmijati Nurbahar, M.Sc didampingi Kasubdit Tanaman Kelapa Sawit Galih Surti Solihin, Kasubdit Gangguan Usaha Perubahan Iklim Dan Pencegahan Kebakaran Gento Widayanto mewakili Dirjen Perkebunan yang sedang melakukan kunjungan kerja di luar kota.

 

Direktur Tanaman Tahunan Ditjen Perkebunan, Ir. Irmijati dan Tokoh Masyarakat maybrat Soleman Mate

 

 

Sejumlah poin aspirasi masyarakat dan pemilik tanah adat, menurut Soleman telah disepakati bersama sejak tahun 2015 lalu namun hingga kini belum ditandatangani pihak perusahaan sehingga belum memiliki kekuatan hukum yang mengikat kedua belah pihak.

 

Pemberdayaan masyarakat setempat melalui perkebunan plasma, penyerapan tenaga kerja local, pembangunan fasitas umum dan fasilitas sosial serta perhatian terhadap pendidikan dan kesejahteraan hingga kini belum dilaksanakan pihak perusahaan.

 

“Kami berharap pemerintah pusat juga memperhatikan kami di pedalaman, juga diberikan bantuan perkebunan seperti daerah lain yang banyak kami liat di televisi dan tolong itu aturan yang sudah dibuat supaya diawasi pelaksanaannya apakah sudah dipatuhi pengusaha,” kata Soleman.

 

 

Soleman mengatakan bahwa masyarakat akan mencegah pihak perusahaan mendirikan pabrik sawit jika aspirasi masyarakat yang telah disepakaiti belum ditandatangani pihak perusahaan.

 

“Kami menyimpan ijin dari Pemda kepada perusahaan untuk mendirikan pabrik, akan kami berikan setelah pihak perusahaan menandatangani kesepakatan dengan kami,” tegas Soleman.

 

 

Kepada skornews, Ir. Irmijati menyampaikan bahwa aspirasi masyarakat ini akan ditindaklanjuti dan segera kami laporkan ke Dirjen Perkebunan, apalagi Presiden memang sedang fokus memberikan perhatian terhadap pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di Provinsi Papua dan Papua Barat begitu juga Menteri Pertanian sedang menggalakkan gerakan mengembalikan kejayaan rempah nusantara menuju terciptanya swasembada pangan.

 

“Dirjen Perkebunan yang sedang berada di luar kota, tadi memerintahkan kami untuk menerima aspirasi masyarakat dari Maybrat dan Sorong Selatan yang terkena imbas dari kegiatan perkebunan kelapa sawit oleh pihak perusahaan,” terang Direktur Tanaman Tahunan Ditjen Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir. Irmijati.

 

Irmiyati menambahkan, “kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat dan melakukan kunjungan ke wilayah perkebunan PT ANJ tersebut setelah ada perintah dari Dirjen Perkebunan. Memang ada ketentuan yang mewajibkan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk menggalakkan perkebunan plasma dengan melibatkan masyarakat setempat,” terangnya. 

 

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Pimpinan Wilayah Sorong Selatan dan Maybrat PT ANJ Tbk, Gitje Ponaba serta bagian humas dan pemberitaan Nasir belum memberikan tanggapan saat dihubungi skornews, klarifikasi pihak PT ANJ akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya. ||awi

 

 

Video

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com