,
01 Mei 2017 | dibaca: 604 pembaca
Dirjen DJPB KKP Beri Kuliah Umum Mahasiswa Perikanan UNDIP
KKP Dorong Lulusan Mahasiswa Perikanan dan Kelautan Jadi Entrepreneur Handal

Semarang-Jateng, skornews.com

 

Sarjana Perikanan dan Kelautan dituntut untuk lebih mampu memberikan kontribusi besar dalam menjawab tantangan pembangunan sektor kelautan dan perikanan kedepan, profesionalisme harus dimiliki setiap lulusan. Melalui profesionalisme juga dituntut menjadi problem solving atas persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan.

 

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Slamet Soebjakto saat memberikan kuliah umum kepada akademisi dan mahasiswa di Kampus Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang, Sabtu (29/4).

 

Menurut Slamet, sebagai basis utama sumberdaya ekonomi maritim dengan potensi nilai ekonomi kelautan dan perikanan yang mencapai 1,2 Trilliun US$ per tahun maka peluang besar untuk dapat dimanfaatkan secara optimal. Peran Perguruan Tinggi menjadi sangat sentral terutama dalam menciptakan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang inovatif dan mencetak lulusan bidang perikanan dan kelautan yang professional dan berdaya saing.

 

Sektor Kelautan dan Perikanan secara nasional diharapkan akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasioal, dimana pada Tahun 2019 PDB perikanan diproyeksikan memberikan share sebesar 12% terhadap PDB Nasional, ini tentunya menjadi tantangan bagaimana sektor kelautan dapat memberikan kontribusiyang lebih besar lagi.

 

Dirjen DJPB menggarisbawahi pentingnya peran IPTEK dalam mendorong optimalisasi sektor kelautan dan perikanan. IPTEK harus mampu menjawab tantangan bagaimana sektor perikanan mampu dioptimalkan untuk peningkatan produksi secara berkelanjutan ditengah perubahan iklim global serta bagimana mencetak sumberdaya manusia yang kuat dan mandiri.

 

Terkait ketahanan pangan, FAO memprediksi pada Tahun 2030, tingkat konsumsi ikan dunia perkapita akan mencapai 22,5 ton per tahun, nilai ini diperkirakan akan memacu peningkatan produksi perikanan budidaya sebesar 172 juta ton, atau naik 15% dari rata-rata kebutuhan pada kurun waktu tahun 2009 sampai dengan 2011. Menyikapi hal tersebut, KKP saat ini lebih menekankan pada pola pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan khususnya perikanan budidaya secara bertanggunjawab dan berkelanjutan.

 

Slamet mengajak pihak UNDIP untuk bekerjasama mengawal program-program KKP dan turut serta dalam mendorong kawasan pertumbuhan ekonomi berbasis perikanan budidaya, “ini PR kita, bagaimana secara bersama-sama memberikan solusi dan langkah nyata dalam menghadapi peluang sekaligus tantangan ke depan,” kata Slamet.

 

Lulusan sarjana dari universitas pada Tahun 2016 sebanyak 695.304 atau naik 23 % dari tahun sebelumnya 565.402 orang, sedangkan lulusan diploma yang menganggur pada tahun 2016 mencapai 249.362 orang atau turun sebesar 1,9% dari tahun sebelumnya yang sebanyak 254.312 orang. Setidaknya ada 2 (dua) factor yang menjadi penyebab yaitu rendahnya lulusan dengan kualifikasi siap pakai, disisi lain permintaan perusahaan terhadap tenaga kerja selalu lebih rendah.

 

Menariknya menurut Slamet, lulusan Perikanan akan tetap menjanjikan, sebagai gambaran dalam lima tahun terakhir kebutuhan sarjana yang ahli dalam bidang perikanan dan kelautan meningkat tajam namun lulusan masih minim kebutuhan SDM tersebut antara lain untuk mengeksplorasi sumberdaya kelautan dan perikanan termasuk dalam bidang pengolahan hasil perikanan.

 

Pada subsektor perikanan budidaya misalnya, saat ini pemanfaatan potensi baru sekitar 1,3 Juta ha. atau sekitar 7,41% dari total potensi seluas 17,8 Juta ha. ditambah lagi Indonesia memiliki keragaman spesies ikan yang tinggi (45% dari spesies ikan dunia), disamping anugerah iklim tropis yang memungkinkan usaha budidaya ikan dapat dilakukan sepanjang tahun.

 

Sub sektor perikanan budidaya juga memiliki peran penting daam menurunkan angka gini ratio, ketimpangan ekonomi terjadi karena minimnya distribusi pendapatan khususnya bagi masyarakat di perdesaan. Oleh karena itu, perikanan budidaya sebagai sector yang berbasis sumberdaya sangat potensial untuk didorong melalui penciptaan usaha-usaha di bidang perikanan budidaya, hal ini tentu menjadi peluang usaha baru bagi generasi muda untuk berkontribusi dengan terjun dalam usaha perikanan budidaya.

 

Oleh karenanya, lulusan sarjana perikanan dan kelautan tidak harus terfokus untuk bekerja di perusahaan atau menjadi PNS. Menurutnya, untuk mewujudkan kemajuan ekonomi Indonesia, justru yang dibutuhkan adalah bagaimana mencetak lebih banyak lagi wirausahawan muda, khususnya yang bergerak dalam sector riil seperti kelautan dan perikanan.

 

Untuk mencetak lulusan perikanan yang tangguh, setidaknya ada 5 (lima) bekal yang harus dimiliki, lima bekal tersebut menurut Slamet yakni kemampuan dan kompetensi yang spesifik, memiliki keahlian berkomunikasi, mampu berfikir cerdas, menguasai dan mampu mengikuti perkembangan teknologi informasi, berkerja keras dan memiliki integritas tinggi.

 

Setiap lulusan imbuh Slamet, harus memiliki kompetensi dan pengetahuan spesifik sesuai kebutuhan dunia kerja. Saat ini, melalui kerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), BBPBAP Jepara sebagai UPT Ditjen Perikanan Budidaya telah ditetapkan sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUT) bagi masyarakat untuk mendapatkan sertifikat kompetensi profesi di bidang perikanan budidaya.

 

KKP saat ini tengah gencar memperkenalkan berbagai teknologi budidaya ikan yang telah mampu diadopsi secara massal dan secara nyata memberikan keuntungan yang besar, seperti pengembangan teknologi lele bioflok, minapadi, budidaya udang skala rumah tangga, budidaya ikan hias, budidaya rumput laut dan beragam jenis usaha lainnya.

 

Peluang usaha ini telah terbukti mampu menopang pendapatan masyarakat minimal 3 Juta per bulan, “ini tentunya menjadi peluang bagi adik-adik lulusan sarjana perikanan untuk terjun menjadi wirausahawan yang professional dan mandiri khususnya di bidang perikanan budidaya,” pungkas Slamet.

 

Hal senada juga disampaikan Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan Perikanan (KP), Mulyoto bahwa Standar kompetensi menjadi suatu keniscayaan bagi dunia kerja. Saat ini, KKP telah menyiapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam rangka menyiapkan pelaku perikanan yang memiliki kompetensi tinggi dan siap menghadapi era persaingan global saat ini.

 

“Sertifikat kompetensi sebagai bukti legal akan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan daya saing pelaku perikanan di era perdagangan bebas seperti saat ini”, terang Mulyoto.

 

Sementara itu, Pembantu Dekan I Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Suradi WS mengharapkan adanya kerjasama intensif yang secara langsung melibatkan perguruan tinggi dalam upaya mendorong pemanfaatan sumberdaya yang ada.

 

Saat ini, UNDIP telah membangun fasilitas Marine Station di Teluk Awur Jepara yang akan dijadikan pusat riset terpadu dan diharapkan akan menjadi sarana dalam turut serta mengembangkan inovasi IPTEK yang bermanfaat bagi pembangunan kelautan dan perikanan.

 

Suradi menambahkan, melalui program pengabdian masyarakat hingga saat ini UNDIP telah berhasil memfasilitasi pengembangan ekonomi berbasis perikanan budidaya di beberapa Kabupaten misalnya di Boyolali dan Banjarnegara.

 

Seperti diketahui, Tahun 2015 lalu Indonesia telah memasuki masa awal bonus demografi karena memiliki komposisi jumlah penduduk dengan angkatan usia kerja produktif yang dominan yaitu sekitar 64 jiwa dan diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2030.

 

Bonus demografi ini tentunya akan menjadi peluang besar apabila dibarengi dengan tingkat profesionalisme dan kemandirian yang tinggi, hal ini tentunya akan menjadi peluang besar bagi optimalisasi pemanfaatan potensi kelautan perikanan, apabila ditunjang dengan kemampuan IPTEK, profesionalisme, integritas dan kemandirian yang tinggi sehinga secara nyata mampu mendongkrak perekonomian nasional. ||Yudi

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com