,
02 Agustus 2015 | dibaca: 1250 pembaca
Diprediksi Jadi Lawan Tangguh, NURHASAN Diduga Dijegal

ilustrasi

MAROS, skornews.com

 

Nurhasan urung maju di Pilkada Maros karena Partai yang semula menyatakan siap mendukungnya (Nasdem dan Hanura, red) tiba-tiba mengalihkan dukungan ke Kandidat lain minus beberapa hari jelang pendaftaran di KPUD.


Partai Nasional Demokrat (NASDEM) mengalihkan dukungan ke pasangan Incumbent, Hatta Rahman - Harmil Mattotorang  (HATITA) sementara HANURA mendukung Pasangan Imran Yunus - Said Patombongi  (IMAN). Imran Yunus diketahui adalah Adik Ipar Hatta Rahman.   


Ketua DPD Partai Nasdem Maros, H. Nahar yang tetap konsisten mempertahankan rekomendasinya kepada Nurhasan memperoleh ”hadiah” SK Pemecatan selang beberapa hari setelah keluarnya rekomendasi DPP NASDEM mendukung pasangan Incumbent.


Ketua DPD Nasdem Maros kini dijabat Wakil Bupati, A. Harmil Mattotorang yang juga pasangan Cabup-Cawabup ‘HATITA’ Jilid II.


Saat dikonfirmasi (30/07/15), Nurhasan mengatakan ada oknum-oknum yang sengaja menjegalnya maju di Pilkada Maros, “sejak awal saya mampu menyaingi popularitas dan elektabilitas petahana (incumbent, red),” tuturnya.


Hal itu diungkapkannya saat menggelar jumpa pers di kediaman pasangannya, Andi Ilham Nadjamuddin yang juga dihadiri mantan Bupati Maros Dua Periode, Andi Nadjamuddin Puang Nuntung.


Nurhasan menyampaikan banyak terimaksih dan permintaan maaf kepada pendukungnya, "Ada yang sengaja menjegal tapi perjuangan ini belumlah berakhir," ucapnya.


Meski urung maju, Nurhasan dan Ilham memberikan kebebasan kepada tim dan seluruh pendukungnya untuk memilih siapa saja kandidat pada Pilkada Desember nanti, "Saya tidak akan mengarahkan tim dan pendukung saya ke salah satu kandidat, silahkan memilih," kata Nurhasan dengan ‘jiwa besarnya’.


Diketahui, pasangan Imran Yusuf - Said Patombongi merupakan Cabup-Cawabup terakhir yang mendaftar di KPUD Maros, Pasangan ini resmi mendaftar meski sebelumnya tidak pernah disebut-sebut maju di Pilkada serentak kali ini. Mereka diusung PKS, HANURA dan PBB.


Menanggapi tudingan sebagai kandidat 'boneka',  pasangan Imran Yusuf - Said Patombongi saat dikonfirmasi, Rabu (29/7) membatah, tudingan itu tidak beralasan. Ia berjanji akan bersungguh-sungguh untuk memenangkan Pilkada, "Itu jelas tidak beralasan, Saya serius dan akan bersungguh-sungguh memenangkan Pilkada," tegasnya.


Ketua Tim pemenangan pasangan Imran Yusuf, Kartomas yang juga Sekretaris PKS Maros juga membantah tudingan tersebut. Ia menyebutkan, sejak awal nama Imran Yusuf sudah diajukan oleh PKS Maros bersama Tiga nama lain termasuk Nurhasan, hanya saja Nurhasan terlambat mengurus persyaratan kandidat di kepengurusan Pusat hingga akhirnya PKS menjatuhkan pilihannya ke Imran Yusuf.


Aktivis Pemuda Maros, Firdaus HM menuding bahwa proses demokrasi di Kab. Maros telah menjadi “panggung sandiwara” politik yang dimainkan oleh aktor tertentu,


“Pengalihan dukungan Partai Nasdem ke pasangan Incumbent pada minus 4 hari menjelang pendaftaran Calon Bupati di KPUD, sementara diketahui bahwa pasangan tersebut tidak pernah mendaftar di DPD Partai Nasdem Maros,” ungkap Firdaus.


Fidaus menambahkan, kuat dugaan telah terjadi transaksi ‘dagang’ politik dan ini sangat kontradiktif dengan pernyataan Pendiri Partai Nasdem, Surya Paloh bahwa haram hukumnya Nasdem menerima ‘mahar’ politik.


Lebih lanjut Firdaus menuturkan bahwa Partai Hanura tidak mengusung Nurhasan sebagai Balon Bupati padahal Ia adalah kader Hanura, “saya menduga pasangan Iman (Imran Yusuf - Said Patombongi ) adalah pasangan ‘Boneka’ sebagai pemecah suara sekaligus menjegal Nurhasan untuk maju di Pemilukada Kab. Maros.


Ketua DPC Partai Hanura Maros, Asnawin Tahir mengatakan Hanura tidak bisa mengusung Nurhasan karena Nadem menarik rekomendasi, “agar Hanura tetap ikut dalam kontestasi politik maka kami menjatuhkan pilihan kepada pasangan IMAN, Hanura tidak bisa mengusung Nurhasan karena tidak cukup kursi untuk mengusung calon,” ungkap Asnawain saat dikonfirmasi skornews. 


Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua Tim pemenangan HATITA Jilid II, Chaidir Syam mengungkapkan bahwa Hatita tidak merasa melakukan penjegalan terhadap salah satu kandidat dengan mengambil kendaraan politik, ini merupakan dinamika politik dan Nasdem menjatuhkan pilihan ke HATITA murni karena sikap politik partai Nasdem sendiri.


“Kami hanya lakukan komunikasi politik, harapan Ketua DPW Nasdem Sulsel kepada HATITA agar Nasdem nantinya bisa ikut aktif memberikan kontribusi baik pemikiran maupun kerja-kerja nyata untuk pembangunan Kabupaten Maros,” terang Khaidir


Menurut Juru Bicara mantan Ketua DPD Nasdem Maros, Arul bahwa dukungan Partai Nasdem di Pilkada Maros masih menyisakan polemik. Nasdem telah mendeklarasikan pasangan Balon Nurhasan – Andi Ilham Nadjamuddin namun pada detik-detik terakhir mengalihkan dukungan ke pasangan petahana yang kemudian berujung pada "kudeta" ketua DPD Nasdem Maros.


“Hal ini dapat mencoreng nama baik Partai Nasdem yang membawa gagasan politik anti korupsi, dan politik tanpa mahar,” tutur Arul.
 AA.048


Seru..! Nantikan hasil Investigasi skornews mendatang :  

1.    Tim Nurhasan dimintai setoran “mahar” politik

2.    Terdapat guyuran ‘mahar’ lebih tinggi

3.    Ketua DPD Nasdem Maros (Non Aktif) bakal ungkap transaksi ‘mahar’ politik

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com