,
25 April 2017 | dibaca: 1566 pembaca
Diduga, Perkebunan Sawit ANJ Rusak Dan Caplok Kawasan Hutan

sumber foto: anj-group

PAPUA BARAT, skornews.com

 

Pemilik hak ulayat tanah perkebunan sawit PT ANJ (Group), Tbk. menuding perusahaan tidak komitmen dalam hal pengolahan kayu yang berasal dari tanah perkebunan.

 

Warga menilai pihak perusahaan tidak transparan memberikan informasi jumlah dan pengolahan kayu yang berakibat tidak terpenuhinya hak-hak pemilik tanah perkebunan atas pemanfaatan kayu di lahan mereka.

 

“Kami menuntut tanggungjawab perusahaan untuk memperhatikan lingkungan dan kesejahteraan warga setempat, juga jujur dan terbuka menyampaikan volume kubikasi kayu yang ditebang di tanah adat kami,” kata tokoh adat kokoda, Soleman Mate mewakili masyarakat adat lainnya.

 

Sumber skornews mengatakan bahwa kegiatan usaha perkebunan kelapa sawit tersebut dilaksanakan anak perusahaan ANJ Group, PT Putera Manunggal Perkasa (PMP) dan PT Permata Putera Mandiri (PPM) di Kab. Mabrat dan Sorong Selatan, Prov. Papua Barat.

 

Penelususran skornews lebih lanjut dan wawancara dengan sejumlah tokoh adat pemilik hak ulayat, pembukaan lahan perkebunan sawit PT ANJ Group disinyalir merambah dan merubah kawasan hutan dengan melakukan penebangan kayu secara besar-besaran deforestasi.

 

Sebagaimana diketahui bahwa mengubah kawasan hutan menjadi kawasan perkebunan sawit harus mengantongi ijin pengolahan hutan dari Kementerian Kehutanan dan memiliki sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dari Kementerian Pertanian RI.

 

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Head of Government & Stakeholder Relations PT Permata Putera Mandiri, Gritje Fonataba melalui staf Media Relation, Nasir menjelaskan bahwa sebelum mendapatkan HGU. PPM, PMP dan ANJ telah membuat kesepakatan dengan masyarakat adat.

 

ANJ memiliki Empat perkebunan kelapa sawit yang telah berproduksi di Sumatera Utara, Pulau Belitung dan Kalimantan Barat. Di masing-masing perkebunan ini juga dioperasikan pabrik pengolahan kelapa sawit.



Di Papua Barat, perkebunan kelapa sawit kami masih dalam tahap pengembangan yang dikelola oleh ANJ (dahulu dikelola oleh PT Pusaka Agro Mandiri/PAM) dan dua anak perusahaan kami, PT Permata Putera Mandiri (PPM) dan PT Putera Manunggal Perkasa (PMP).



Perlu kami sampaikan bahwa PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) adalah perusahaan Indonesia yang tercatat di Bursa Efek Indonesia yang terikat dengan hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.



ANJ berkomitmen untuk menjalankan operasi kami dengan mengacu pada standar-standar dan praktik-praktik terbaik yang sesuai dengan bidang industri yang digeluti ANJ, hal ini dilakukan untuk memastikan pengembangan yang bertanggungjawab yaitu keseimbangan yang tepat dalam mengelola tanggung jawab sosial, lingkungan dan ekonomi (people, planet, profit).



Sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia, ANJ mengikuti persyaratan yang diberlakukan oleh Indonesia Sustainable Palm Oil(ISPO) dan telah mendapatkan sertifikat untuk tiga anak perusahaannya di Sumatera Utara dan Belitung.



Sebagai anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil(RSPO), ANJ juga berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh operasi perkebunan kami sesuai dengan prinsip dan kriteria RSPO.  Sebagai tolok ukur kepatuhan kami, perkebunan yang telah mendapatkan sertifikat RSPO diverifikasi dan diaudit oleh lembaga berakreditasi internasional yang diakui oleh RSPO.


 

Bahwa Jenis, volume dan penjualan kayu yang ditebang di lokasi perkebunan jenis kayu yang berada di lokasi perkebunan adalah kayu Merbau dan Meranti. Sebagai pemilik HGU. PMP, PPM dan ANJ memilki izin untuk memanfaatkan kayu sesuai peraturan perundangan. Sejak awal pembukaan lahan di areal PMP (2013) dan PPM (2014), Perusahaan melibatkan masyarakat dalam pengolahan kayu log/gelondongan menjadi kayu olahan.



Sejauh ini, Perusahaan memutuskan kayu-kayu tersebut hanya digunakan untuk berbagai kebutuhan internal dan tidak menjualnya ke pihak lain. Atas keputusan tersebut maka kayu olahan yang dihasilkan hanya digunakan untuk pembangunan infrastruktur Perusahaan seperti bangunan kantor dan perumahan karyawan.

 

Perusahaan juga sewaktu-waktu memberi bantuan kayu olahan kepada masyarakat yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat umum, misalnya pembangunan sarana ibadah, sarana pendidikan, infrastruktur dan sarana lain, sebatas di area yang diperbolehkan atau telah mendapat izin dari pemerintah.


Setiap Perusahaan atau badan hukum yang memiliki lahanperkebunan diwajibkan memperoleh Hak Guna Usaha (HGU). HGU dapat diberikan oleh Pemerintah kepada Perusahaan apabila Perusahaan memperoleh pelepasan hak atas tanah dari masyarakat pemilik lahan berdasarkan peraturan perundang-undangan.

 

Seluruh anak perusahaan ANJ di Papua Barat telah mendapatkan HGU yang diklasifikasikan sebagai Areal Penggunaan Lain (APL) berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No SK. 731/Menhut-II/2011 tanggal 21 Desember 2011 (untuk PPM), Keputusan Menteri Kehutanan No SK. 606/Menhut-II/2012 tanggal 31 Oktober 2012 (untuk PMP), Keputusan Menteri Kehutanan No SK. 84/Menhut-II/2014 tanggal 22 Januari 2014 (untuk PAM).


Semua bibit yang ANJ gunakan untuk perkebunan di Papua Barat diperoleh dari pemasok resmi dan terdaftar di Indonesia, proses pembibitan kelapa sawit di perkebunan Papua Barat kami lakukan dalam dua tahap. Tahap Pertama adalah pembibitan dengan varietas Socfindo dan Damimas pada 2013, Tahap Kedua adalah pembibitan dengan varietas Lonsum yang dimulai pada awal 2016.

 


Izin Usaha Perkebunan (IUP) PMP diperoleh pada Tahun 2013, berdasarkan Keputusan Gubernur Papua Barat No 525/584/GPB/2013 Tanggal 30 April 2013 sedangkan IUP PPM diperoleh pada 2012 berdasarkan Keputusan Gubernur Papua Barat No 525/205/10/2012 Tanggal 12 Oktober 2012.



PPM berlokasi di Kabupaten Sorong Selatan dan memegang HGU atas lahan seluas 26.571 hektare untuk perkebunan kelapa sawit inti dan 5.454 hektare untuk plasma.  PMP yang berlokasi di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat, memegang HGU seluas 18.860 hektare untuk perkebunan kelapa sawit inti dan 3.818 untuk plasma sementara ANJT berlokasi di Kabupaten Maybrat dan memegang HGU seluas 30.516 hektare untuk perkebunan kelapa sawit inti dan 5.990 hektare untuk plasma.



Saat ini, PMP telah menanami lahan seluas 1.991 hektare sedangkan PPM seluas 3.169 hektare. ||Wahyu

 

Stop Press…

Bersambung….! Nantikan hasil penelusuran skornews pada berita selanjutnya

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com