,
22 Oktober 2015 | dibaca: 800 pembaca
Diduga, Kadisbun Sulbar Lakukan Pungli

Jakarta, skornews.com

 

Setelah sempat diperiksa penyidik Tipikor kepolisian dan kejaksaan di beberapa Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Perkebunan Sulbar, Supriyanto juga diduga kuat telah melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap salah satu pabrikan dan penyedia pupuk Gernas kakao Tahun Anggaran 2015.

 

Sumber skornews menyatakan, pungutan liar tersebut terjadi menjelang pernikahan anak pejabat tinggi negeri ini dengan mencatut nama Gubernur Sulbar, “ini untuk kebutuhan Gubernur,” kata sumber tersebut menirukan perkataan Supriyanto.

 

“kami sebagai pengusaha, ya.. dengan terpaksa menyediakan permintaan tersebut,” tutur sumber skor melanjutkan.

 

Dikonfirmasi skor terkait hal tersebut, Kadisbun Sulbar, Supriyanto membantah hal tersebut, “bukan pungli tapi semua penyedia jasa memang dimintai kontribusinya,” katanya membela diri saat dihubungi via telepon selulernya.

 

Diberitakan skornews sebelumnya bahwa saat ini marak dugaan jual beli sertifikat pengadaan sehingga peserta pelatihan yang tidak lulus ujian sertifikasi tetap diberikan sertifikat dengan sejumlah imbalan.

 

Sementara itu,  Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Program Gernas Dinas Perkebunan Prov. Sulbar, Ikbal diduga tidak lulus ujian sertifikasi pengadaan di LKPP sehingga disinyalir tidak layak menjadi PPK. Terbukti hingga Oktober ini, penyerapan anggaran program gernas belum mencapai 30% dan diperkirkan banyak pihak hingga berakhirnya tahun anggaran 2015, anggran gernas yang bersumber dari APBN itu tidak dapat dimanfaatkan dengan baik oleh Disbun Prov. Sulbar.

 

Demikian pula dengan pelaksana pengadaan pupuk Gernas Tahun 2015, PT Polowijo Gosari yang diduga tidak memiliki sertifikat SNI terkait pendaftaran Pupuk An-organik sebagaimana diatur dalam Permentan No. 43/2011, pasal (4), sehingga tidak layak melaksanakan pengadaan pupuk Gernas Tahun 2015.

 

Hingga berita ini ditulis, Baik PPK maupun pihak PT Polowijo tidak memberi tanggapan saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.

 

Ketua Lembaga Informant Korupsi (LIK), Alex Maskur berjanji akan melakukan investigasi dan segera melaporkan hal tersebut ke Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK), “LIK segera mengumpulkan bukti dan saksi serta berkoordinasi dengan tim media mitra kemudian membawa laporannya ke KPK,” tutur Alex. Awi

 

Bersambung…

Nantikan berita selengkapnya di skornews.com !!!

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com