,
16 Desember 2016 | dibaca: 1948 pembaca
DERITA Pasien BPJS RS. Wahidin Sudirohusodo

Abdul Rahman lebih banyak duduk karena tidak mampu menahan sakit di punggungnya yang patah ketika berbaring

MAROS, skornews.com

 

Seperti yang dialami Abdul Rahman (35 th) pasien asal Dusun Tenag II, Desa Soni, Kec. Dampal Selatan, Kab. Toli-Toli, Prov. Sulawesi Tengah yang harus menjalani operasi tulang belakang yang patah dan dilakukan dengan pemasangan besi namun sudah sekitar 5 Bulan lamanya dijanji oleh pihak rumah sakit tapi sampai sekarang tidak ada realisasisi sementara setiap hari Rahman harus menahan sakit yang hebat. lambatnya penaganan tersebut RS diduga melanggar PERMENKES RI No. 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Operasional Pelayanan Bidang Kesehatan.

 

Menurut ibu kandung pasien, Rabaiyah (59 th) saat dikonfirmasi skornews mengatakan, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar terkesan mengabaikan kondisi kesehatan dan keselamatan anaknya padahal penyakit yang diderita anaknya itu tergolong berat "emergency" karena kurang lebih 2 tahun menderita sakit namun belum mendapatkan penanganan medis yang maksimal. Abdul Rahman saat ini terpaksa dirawat dirumah keluarga istrinya di Kab. Maros.

 

Berdasarkan penuturan Rabaiyah, Abdul Rahman adalah anak pertamanya dari 2 orang bersaudara, dia sudah memiliki istri dan 1 orang anak perempuan (1,4 Tahun). Sejak Agustus 2016, Rabaiyah ke Kab. Maros bersama keluarga membawa anaknya untuk menjalani pengobatan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar.

 

Abdul Rahman sebelumnya pernah dirawat di RSUD Mukopido, Kab. Toli-Toli, minimnya fasilitas di RS tersebut sehingga Dokter sarankan agar pindah ke RS yang lebih lengkap fasilitas dan SDM Dokternya.

 

“ Istri dan anak Abdul Rahman kembali ke kampung di Kab. Toli-Toli, Sulawesi Tengah mencari nafkah untuk membiayai bayi dan pengobatan suaminya,” tutur Rabaiyah sambil menangis.

 

Lanjut Rabaiyah, Abdul Rahman sudah 4 bulan lebih menjalani rawat jalan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, tulang belakangnya patah sejak juli 2015 dan lumpuh total selama 5 bulan, dia terjatuh dari pohon cengkeh setinggi 11 meter di kebun milik keluarga yang ia garap, sejak saat itu tulang kakinya bengkok, tulang belakang patah dan ada saraf terjepit sehingga saluran urinenya bermasalah.

 

Abdul Rahman adalah peserta BPJS Kesehatan dengan nomor identitas 0001830462535, sempat melakukan pemeriksaan di RSUD Salewangang Maros namun keterbatasan SDM dan alat sehingga pihak RS merujuknya ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo pada (6/8) dengan nomor rujukan 1804R4020816A000044.

 

Dari hasil pemeriksaan MRI lumbosacral sequens T1WI tanpa kontras, T2Wi, irisan axial dan sagittal dilanjutkan MR-Mye, nomor MR : 767471 di Instalasi Radiodiagnostik RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo

 

Keluarga pasien berharap, pihak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dapat mengambil tindakan medis sesegera mungkin.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Pihak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo belum dapat dihubungi, klarifikasi dari RSUP WS akan dimuat pada pemberitaan selanjutnya. // RM.S,585

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com