,
11 Desember 2015 | dibaca: 947 pembaca
Bosowa Sunat Dana Jaminan Kecelakaan Karyawan

Ilustrasi Skornews.com

MAROS, Skornews.com

Perusahaan PT Mallomo belum memberikan jaminan kecelakaan kerja sepenuhnya kepada karyawannya. Bahkan PT Semen Bosowa yang merupakan induk perusahaan itu justru melakukan pemotongan dana karyawan.

 

Beberapa waktu lalu, seorang mantan karyawan PT Mallomo, Muh. Yusuf mengungkapkan kepada Skornews ihwal kekecewaannya atas ulah PT Mallomo yang tidak memberikan haknya sebagai karyawan yang mengalami kecelakaan kerja.

 

Beberapa tahun lalu dirinya bekerja di perusahaan PT Mallomo sebagai driver, dan mengalami kecelakaan saat melakukan bongkar muat semen di pelabuhan makassar. Biaya pengobatan atas kecelakaan itulah yang tidak sepenuhnya dipenuhi pihak perusahaan.

 

Yusuf mengisahkan, kecelakaan itu terjadi saat dirinya membersihkan kaca depan mobilnya, kemudian tiba tiba ada mobil yang mundur kebelakang dan menabrak Yusuf. Akibat kecelakaan itu, ia tersungkur ke jalan dengan luka bocor diperut bagian belakang yang tembus kedepan.

 

Saat itu, Yusuf langsung dirawat di Rumah Sakit Akademis Makassar dengan jumlah biaya pengobatan sebesar kurang lebih Rp. 33 juta.

 

Saat pencairan asuransi kecelakaan dari BPJS Makassar, Yusuf mengatakan dana yang diberikan dari pihak BPJS sebesar Rp. 26 juta. Namun Yusuf mengaku hanya menerima dana Rp. 15 juta dari PT Mallomo melalui Bidang HRD, Hasyim. Sedangkan sisanya Rp. 11 juta rupiah diberian ke PT Semen Bosowa Maros.

 

Saya pun menerima dana itu tidak di kantor BPJS melainkan dikantor Marcedes benc makassar” Ujar Yusuf.

 

Yusuf mengaku sempat menanyakan tentang pemotongan dana BPJS untuk PT Semen Bosowa itu dan menerima jawaban dari Hasyim bahwa aturan perusahaan biaya operasi dan pengobatan ditanggung berdua dengan karyawan.

 

Saya kurang yakin perusahaan level bosowa masih membebankan biaya pengobatan ke karyawan” Keluhnya.

 

Pada tahap pemulihan, Yusuf sempat mendatangi perusahaan dengan dibantu dua kaki palsu (Tongkat) untuk menopang badannya bermaksud mengundurkan diri dari perusahaan karena kondisi tubuh yang sudah tidak bisa lagi bekerja keras. Namun pihak Hasyim sebagai pihak HRD Perusahaan menolak pengunduran diri Yusuf.

 

“Saat itu pak Hasyim bilang ke saya istirahatlah beberapa tahun nanti kami akan panggil lagi bekerja disini” Sebutnya.

 

Satu tahun berselang dari kecelakaan itu, Yusuf terkejut karena tidak mendapat lagi THR dari perusahaan. Bahkan ironisnya Yusuf diberhentikan sepihak oleh manajemen perusahaan PT Mallomo.

 

Kok bisa ya saya dipecat tanpa ada pemberitahuan sebelumnya, padahal tahun lalu saya mau mundur tapi tidak di izinkan. Saya mempertanyakan bagaimana peraturan perusahaan dalam pemberhentian karyawan” Keluhnya.

 

Saat ini, Yusuf mengaku sudah beberapa bulan tidak bekerja karena kakinya sudah tidak normal, ditambah pengaruh dari dalam tubuh akibat ususnya dipotong sekitar 10 cm imbas kecelakaan yang menimpanya.

 

Sekarang saya sudah tidak bisa lagi bekerja untuk membiayai istri dan anakku, kalau tunjangan perusahaan tidak ada untuk saya dan keluarga maka hak saya yang dipotong oleh perusahaan tolong jangan diambil” Pintanya.

 

Saat ditemui di rumahnya, Yusuf  sempat memperlihatkan kartu Jamsostek miliknya dengan nomor 1138678220, dan kartu pemeliharaan kesehatan dengan nomor 11038678-0 01.

 

Pihak PT Mallomo yang dikonfirmasi belum memberikan jawabannya. Skor yang diterima General Affair Perusahaan, Rosma menyarankan agar langsung menanyakan ke Bagian HRD Perusahaan.

 

Saya tidak punya kewenangan untuk mengklarifikasi, lebih baik langsung saja ke pak hasyim ketika bapak sudah sembuh dan kembali berkantor” Kilah Rosma. Aziz

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com