,
11 November 2015 | dibaca: 1203 pembaca
Bosowa Monopoli Air Bantimurung
Lsm Lempar dan Hipmi Maros Raya Minta Tutup Bosowa

Pabrik Semen Bosowa

MAROS, Skornews.com

Pabrik Semen Bosowa Maros dituding menimbulkan kerugian para petani tambak, akibat penggunaan air bantimurug secara berlebihan yang berdampak seringnya gagal panen tambak.

 

Monopoli penggunaan air bantimurung pada Pabrik semen yang beroperasi di desa Baruga Kecamatan Bantimurung Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu berdampak pada kurangnya air tawar yang dibutuhkan para petani tambak untuk mengurangi kadar garam air ditambaknya.

 

Berdasarkan penelusuran wartawan skor, senin (11/11) salah satu warga yang tinggal di perbatasan Bontoa Bantimurung yang menjadi ring satu dari pabrik bosowa yang berinisial HS mengatakan sejak beroperasinya pabrik semen bosowa udang peliharaan miliknya tidak pernah lagi di panen sempurna.

 

“Kalau dibandingkan sebelum berdirinya pabrik semen bosowa di bontoa menjadi surganya udang sitto bahkan bisa dilakukan panen udang sebanyak dua kali” ujarnya.

 

Menurt HS kegagalan panen itu diakibatkan tingginya kadar garam yang ada di empang sehingga udang tidak bisa hidup.

 

“Penyebab dari kadar garam yang tinggi karena pabrik semen bosowa menampung air dari bantimurung sehingga tak ada lagi air tawar yang dapat mengurangi kadar air garam yang tinggi itu” ungkapnya

 

Monopoli air yang digunakan oleh bosowa dengan melakukan penampungan air bukan lagi suatu rahasia umum yang harus disembunyikan dan didiamkan karena ini berdampak pada menurunnya pendapatan petani tambak yang ada di Bontoa.

 

Penampungan air yang dilakukan pabrik semen Bosowa menuai sorotan Direktur eksekutif Lsm Lempar Salewangang, Saiful Islam yang meminta agar Bosowa mencari solusi alternatif sumber dan penggunaan air sehingga tidak merugikan para petani tambak.

 

Bosowa tidak boleh melakukan penampungan air yang jumlah besar harusnya Bosowa mencari solusi alternatif lain untuk penggunaan air”pintanya.

 

Berdasarkan data yang dimiliki lembaganya, Saiful menyebutkan Bosowa tidak sama sekali menggunakan air dari pdam melainkan memakai air dari bantimurung sebesar 2500 liter/ detik dan apabila di kalkulasi delama 24 jam air yang dipakai sebesar 2450 perkubik.

 

Ia menuding penggunaan air secara berlebihan di pabrik semen Bosowa itu adalah pelanggaran terhadap undang undang penggunaan air.

 

Kalau kita mengacuh pada undang undang penggunaan air, air itu diperuntukkan pada penggunaan masyarakat untuk minum dan mandi, kemudian diperuntukkan untuk pertanian, lalu baru di peruntukkan ke industri” tuturnya.

 

Namun kenyataannya, lanjut Saiful pemanfaatan air bantimurung industri semen bosowa lebih diprioritaskan sehingga kekeringan yang terjadi di empat kecamatan pesisir marusu, maros baru, dan bontoa sampai kiamatpun tidak akan pernah ada air bantimurung.

 

Sementara pihak semen bosowa yang dikonfirmasi, Ifan Bahar selaku Water Tritman mengatakan sumber air yang digunakan bosowa ada dua yaitu dari danau buatan bosowa dan dari air bantimurung.

 

Kalau bulan desember sampai juli kami menggunakan air dari danau buatan bosowa sementara dibulan agustus sampai november kami menggunakan air dari bantimurung”ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Ifan menyebutkan air yang diizinkan digunakan oleh pemda hanya sebanyak 15 liter/ detik, sementara air yang kami butuhkan sebanyak 26-30 liter perdetik, sehingga air yang digunakan dalam 24 jam menggunakan air 2450 per kubik.

 

Kalau di kalkulasi selama satu bulan 71.000 per kubik”tandasnya.

Sekretaris Jenderal PB Hipmi Maros Raya, Tazmin Hamliong juga menyoroti banyaknya air bantimurung yang digunakan pabrik Semen Bosowa yang mestinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

Tazmin juga mendesak agar pihak bosowa mencari sumber lain dan tidak memanfaatkan air bantimurung.

 

Kalau bosowa tidak bisa mendapatkan sumber air mending di TUTUP saja demi mengakhiri krisis air di kab. Maros. Saya melihat pemerintah cenderung pro terhadap pihak industri ketimbang berpihak ke masyarakat” pungkasnya. Aziz

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com