,
29 Juli 2015 | dibaca: 1043 pembaca
BEGAL POLITIK Nodai Proses Demokrasi

MAROS, skornews.com

 

Pemilihan Kepala Daerah bukan hanya sekedar memilih atau mengganti Kepala Daerah dalam suatu Negara yang menerapkan sistem politik demokrasi tapi nilai subtansial yang terkandung didalamnya yaitu proses regenerasi pelanjut tongkat estafet pemerintahan.

 

Praktisi hukum yang juga merupakan sosok yang ditokohkan di kalangan aktivis pemuda Maros, Andi Azis Maskur, SH Saat ditemui skornews (28/07/15)  mengatakan bahwa pemilihan Kepala Daerah yang akan dilakukan serentak di Sulawesi Selatan khususnya di Kab. Maros hanya memandang proses ini sebagai suatu kompetisi yang mencari pemenang belaka sehingga seringkali timbul perilaku memonopoli birokrasi dalam pemerintahan.

 

Sebagai praktisi hukum, saya hanya memandang dari aspek hukum bahwa perkembangan politik sejak awal di Kab. Maros akan terjadi pertarungan dahsyat ketika terjadi head to head (Dua Pasang Calon) atau El clasico (laga yang sangat bergengsi dalam dunia bola, red).

 

"Tapi prediksi saya meleset dikarenakan adanya permainan "begal" politik yang dimainkan oleh para 'aktor' politik guna mencekal salah satu calon dengan menyiapkan calon boneka sebagai pemecah suara," tutur Pengacara yang dikenal tegas dan berani ini.

 

Andi Azis Maskur mengaku prihatin melihat demokrasi yang dikendalikan oleh "mafia" politik, tugas berat bagi KPUD untuk mensukseskan pemilu dan memberikan edukasi politik kepada rakyat.

 

"Jika proses berdemokrasi sudah diawali dengan praktik "pembegalan", maka sudah dapat dipastikan bagaimana wajah maros kedepan, demokrasi hanya sekedar omong kosong dan beginilah gaya pemerintahan orde lama dalam mempertahankan dinasti pemerintahannya," terangnya.

 

Pernyataan Andi Azis tersebut mendapat tanggapan dari Tim Kandidat Cabup Incumbent. Leader Officer (LO) pasangan HATITA, Dzulkifli Azis mengatakan sebagai Pengacara beliau (Andi Azis, red) tentu mengerti definisi "begal", adakah Parpol milik salah satu Bakal Calon saja?.

 

"Menurut saya semua warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih serta kesempatan untuk mendapatkan dukungan," tutur Dzulkifli Azis saat dihubungi skornews via BBMnya (29/7/15).

 

Tidak logis melimpahkan kesalahan kepada salah satu Bakal Calon, "begal" itu kalau kita mengambil milik kandidat lain.

 

"Sayang, pernyataan tersebut tidak spesifik menyebut siapa yang melakukan "begal," kata Dzulkipli Azis menambahkan AASkor

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com