,
05 Desember 2018 | dibaca: 185 pembaca
BAPPENAS Gelar Seminar Menyongsong Indonesia 2045

Jakarta, skornews.com


Seminar Arah Kelembagaan yang Ideal menyongsong Indonesia 2045 ini dapat menjadi salah satu sarana partisipasi publik untuk memberikan masukan terhadap Kementerian PPN/Bappenas dalam proses penyusunan Visi Indonesia 2045. 


Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian PPN/Sestama Bappenas, Gellwynn Jusuf dalam sambutannya pada acara Seminar Nasional "Arah Kelembagaan yang Ideal untuk menyongsong Indonesia 2045" di Hotel Borobudur, Jakarta, (4/12). 

 

 

"Hal itu juga dapat mempererat komunikasi dan keterpaduan dengan memanfaatkan simpul jaringan pemangku kepentingan pembangunan dengan mekanisme proses bottom-up (dari bawah ke atas) yang lebih terpadu dalam pembuatan kebijakan di masa mendatang," kata Gellwynn Jusuf.


Seminar tersebut diselenggarakan dalam rangka menjaring masukan terhadap Visi Indonesia 2045 dengan mengundang para pemangku kepentingan dari Kementerian/Lembaga, Perguruan Tinggi, Organisasi Masyarakat Sipil (OMS), asosiasi profesi, lembaga penelitian serta media massa.

 

 

Ketua Tim Penyusunan Visi Indonesia 2045, Bambang Prijambodo yang juga Staf Ahli Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan, saat ini Kementerian PPN/Bappenas sedang menyusun Visi Indonesia 2045 terdiri dari empat pilar utama, yaitu: (1) Pembangunan Manusia dan Penguasaan IPTEK, (2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, (3) Pemerataan Pembangunan, serta (4) Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan. 


“Peran Kementerian PPN/Bappenas dalam menyusun Visi Indonesia 2045 sudah sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo yang tertuang dalam Impian Indonesia 2015-2045 yaitu untuk mencetak SDM unggul, masyarakat yang beradab, menjadi barometer IPTEK dunia, pusat ekonomi dunia dan unggul dalam pemerataan pembangunan infrastruktur,” jelas Prijambodo. 

 


 

Seminar menghadirkan tiga pembicara utama yakni Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Oswar Muadzin Mungkasa terkait yang menyampaikan tantangan permasalahan dalam aspek kelembagaan pada sub aspek pendekatan spasial dan teknologi informasi dalam mendukung pemerataan pembangunan di Indonesia hingga 2045. 


Dilanjutkan pemaparan Peneliti Utama Bidang Agro Ekonomi Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian Kementerian Pertanian, Agus Pakpahan yang menyampaikan babwa saat ini Indonesia masih memiliki tantangan besar khususnya terkait ketahanan pangan. Selain itu, ada pula tantangan permasalahan dalam aspek kesiapan SDM, pemanfaatan teknologi, regulasi, ekonomi dan pangan yang mendukung ketahanan pangan dan proyeksi ke depan. 


Pemaparan ketiga dari Direktur Kerja Sama Regional dan Multilateral BNPT, Andhika Chrisnayudhanto yang menyampaikan tantangan Indonesia dari aspek politik dan ideologi, teknologi, pemerintah dan masyarakat dalam menanggulangi teorisme yang sering dikaitkan dengan radikalisme keagamaan. ||Ratis (Cita Adelia)

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com