,
03 Mei 2019 | dibaca: 159 pembaca
Bappenas Bahas Peningkatan Kerjasama INDONESIA-KOREA

Nadi-Fiji, skornews

 

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bertemu dengan President/Chairman of the Export–Import Bank of Korea (Korean Exim Bank) Sung-soo Eun untuk membahas peningkatan kerjasama antar kedua negara saat kunjungan kerja ke Nadi, Fiji, (2/5).

 

Pertemuan tersebut dilaksanakan usai pertemuan Menteri Bambang dan Chairman Sung-soo di International Monetary Fund-World Bank Annual Meeting 2018 di Bali batal. Pertemuan dengan Sung-soo membahas niat Korean Exim Bank untuk memberikan pinjaman lunak tidak mengikat atau untied soft loan ke Indonesia dengan nama Economic Development Partnership Facility (EDPF).

 

 

Skema ini dikembangkan Korean Eximbank sebagai tanggapan atas rencana yang dicetuskan Kementerian PPN/Bappenas, “Saat ini, Korean Eximbank tengah menyiapkan Nota Kesepahaman untuk pelaksanaan skema EDPF antara Korea Ministry of Economy and Finance dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dalam kerangka kerjasama antar kedua Pemerintah (Government to Government). Langkah ini sejalan dengan kebijakan Presiden Korea Moon Jae-in yang meluncurkan New Southern Policy pada 2018 sebagai kebijakan strategis untuk memperluas komitmen Pemerintah Korea dalam menjalin kerja sama dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia.

 

Kementerian PPN/Bappenas mengapresiasi kerja sama dan dukungan Korean Eximbank terhadap perkembangan ekonomi dan sosial Indonesia, “kami sangat menghargai rencana Korea Eximbank dan EDCF untuk membawa kerjasama Korea-Indonesia ke level yang lebih tinggi, memperluas cakupan dan meningkatkan jumlah pinjaman,” tutur Menteri Bambang.

 

 

EDCF dirancang sejalan dengan kebijakan New Southern Policy untuk dapat mendukung kebutuhan finansial pembangunan infrastruktur sosial dan ekonomi di Indonesia. Peningkatan taraf kerjasama ini harus dibarengi dengan sejumlah perbaikan di berbagai bidang seperti persiapan proyek dan kualitas pelaksana proyek seperti konsultan, kontraktor dan penyedia barang dan jasa, juga mempercepat proses legal dan administratif.

 

Di Indonesia, Korean Eximbank melaksanakan dua fungsi penting. Pertama, sebagai eksekutor pendanaan kerja sama pembangunan antara Indonesia dan Korea. Selain itu, Korean Eximbank juga memastikan implementasi pendanaan Official Development Assistance (ODA) dari Pemerintah Korea melalui Economic and Development Cooperation Fund (EDCF) dalam bentuk pinjaman lunak mengikat atau tied soft loan mengikat sehingga dapat berjalan dengan baik serta menjamin implementasi pendanaan kerjasama pembangunan lain, baik dari Pemerintah Korea maupun dari Korean Eximbank.

 

Kedua, menjadi institusi pelaksana pendanaan ekspor-impor komersial. Total jumlah komitmen dana Korea ODA Commitment pada periode 2016-2020 mencapai USD 600 juta. Hingga saat ini, sebesar USD 129 juta telah dialokasikan untuk proyek Engineering Service for Coastal and River and the project of Urgent Rehabilitation of Strategic Irrigation for Western Indonesia.

 

Sementara itu, ada dua proyek yang saat ini sedang dalam tahap persiapan, yakni proyek e-Government/Data Center project (USD 150 juta) dan Aid to Navigation (USD 68 juta). Indonesia dan Korea harus mengoptimalkan segala pilihan skema kerja sama dan pendanaan yang tersedia dengan menggabungkan optimalisasi keduanya, seperti yang sedang dilakukan di Karian Dam and Water Conveyance Project.

 

“Kementerian PPN/Bappenas berharap Korea dapat mengembangkan skema-skema pendanaan lain yang cocok dan layak diterapkan untuk proyek infrastruktur dan konstruksi di Indonesia sekaligus mendorong investor Korea untuk ambil bagian dalam memfasilitasi investasi infrastruktur di Indonesia,” tutup Menteri Bambang. ||Sri (s.Cita)

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com