,
11 Desember 2015 | dibaca: 1627 pembaca
Aroma Korupsi Monopoli Air Semen Bosowa

Ilustrasi Skornews.com

MAROS, Skornews.com

PT. Semen Bosowa Maros dituding melakukan monopoli penggunaan air yang bersumber dari bendungan air bantimurung tanpa kontrol dari pemerintah setempat.

 

Dari penelusuran Skornews di lokasi bendungan air bantimurung, terdapat pipa air dengan ukuran besar milik PT Semen Bosowa tanpa dilengkapi alat pengukur dari pemerintah daerah untuk mendeteksi banyaknya air yang digunakan perusahaan tersebut.

 

Akibatnya data penggunaan air yang secara berkala dilaporkan pihak PT Semen Bosowa diragukan kebenarannya, sebab pemerintah tidak memiliki data pembanding untuk memverifikasi.

 

Ironisnya, penggunaan air tanpa kontrol itu sudah berlangsung puluhan tahun, namun pemerintah terkesan tidak punya nyali sedikitpun untuk menertibkan perusahaan itu.

 

Nama besar Aksa Mahmud sang pemilik tunggal perusahaan yang juga sebagai adik ipar Wakil Presiden RI Muhammad Yusuf Kalla disinyalir menjadi salah satu penyebab mulusnya aktifitas pertambangan PT Semen Bosowa dan menyiutkan nyali pemerintah daerah untuk menegakkan aturan penggunaan air bendungan bantimurung.

 

Penggunaan air tanpa kontrol itu juga berpotensi terjadinya kebocoran pajak. Publik patut mencurigai adanya konspirasi besar yang terbangun antara pihak PT Semen Bosowa dengan pemerintah yang memungkinkan terjadi dugaan gratifikasi dan tindak pidana korupsi.

 

Head Of Utility dan Technical Support PT Semen Bosowa Maros, Sulardi yang disambangi Skornews diruang kerjanya beberapa waktu lalu enggan menanggapi hal tersebut.

 

Namun melalui anak buahnya, Ivan Bahar WTP dan STP Leader membenarkan perusahannya sejak awal beroperasi sudah menguasai air di bantimurung.

Terkait perhitungan berapa jumlah air yang digunakan perbulan, Ivan Bahar menyebutkan pemerintah tidak berwenang untuk mengintervensi data yang dikeluarkan perusahaan.

 

Sementara Community Development Departement Head PT Semen Bosowa, Nur Alang melalui bawahannya Kamaruddin mengatakan Dinas Pendapatan Daerah mewakili Pemkab Maros hanya menerima saja Water Consumption Report (laporan pemakaian air) oleh perusahaan setiap bulan.

 

“Namun soal kewajiban perusahaan yang harus dibayarkan kepada pemerintah unit kami tidak pernah tau” Ujar Nur Alang kepada Skornews beberapa waktu lalu.

Dari Data Water Consumption Report tahun 2015 milik PT. Semen Bosowa Maros yang diterima oleh skornews dari pihak perusahaan diketahui konsumsi air bulan Juni sebanyak 51.645 M3 dan di bulan Nopember 66.218 M3.

 

“Data pemakaian air dari bulan januari - nopember 2015 yang dikeluarkan Unit Water Treatmen janggal dan patut dicurigai kebenarannya, data itu menyebutkan bahwa konsumsi air bulan juni 51.645 M3 dan di bulan november 66.218 M3, artinya kenapa bisa konsumsi air jauh lebih tinggi pada saat musim hujan dari pada musim kemarau” Ujar mantan wartawan investigasi harian Tempo, Jumadi saat diajak mengkaji data tersebut.

 

Sementara Kepala Advokasi dan Kampanye WALHI Sulawesi Selatan, Muhammad Al-Amin Via WhatsApp kepada Skornews mengatakan negara telah kalah dan lalai mensejahterakan warganya.

 

“Air yang merupakan kebutuhan utama warga seakan telah dikomersialisasikan yang dikuasai oleh semen bosowa, tindakan monopoli air tersebut telah melanggar UU Pemda No 23 Tahun 2012 dan bisa digiring keranah pidana karena ada indikasi dugaan tindak pidana korupsi” ungkapnya.

 

Lebih lanjut Amin menyatakan apabila pihak Kejaksaan dan Kepolisian tidak memiliki nyali untuk mengusut kasus itu, maka KPK (komisi pemberantasan korupsi)  harus berani mengungkapnya. RM

 

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com