,
05 Mei 2017 | dibaca: 771 pembaca
Amran Sulaiman “MIMPI” Bisa Wujudkan Swasembada Pangan

gbr ilustrasi

Jakarta, skornews.com

 

Menteri Pertanian (Mentan), Dr. Andi Amran Sulaiman yang gencar melaksanakan program kerjanya hingga turun langsung di kawasan perdesaan (rural) demi  mimpinya mewujudkan Swasembada Pangan Nasional Tahun 2017.

 

Sayangnya,  semangat dan perjuangan Amran Sulaiman itu tidak didukung sepenuh hati oleh pembantunya di level Direktorat Jenderal dan Direktorat sebagai pelaksana program dan kebijakan Kementerian Pertanian sehingga Pemerintah akan sulit mewujudkan keinginan untuk merealisasikan Swasembada Pangan.

 

Mentan dinilai sulit untuk mewujudkan Swasembada Pangan jika implementasi pengaturan tekhnis dalam Permentan yang bertujuan mendukung peningkatan kesejahteraan petani tidak dilaksanakan dengan baik di level Direktorat sesuai prinsip-prinsip good Governance.

 

“Amran jangan “Mimpi” wujudkan Swasembada Pangan jika tidak mampu melaksanakan tata kelolah pemerintah yang baik Good Governance dalam internal Kementan sendiri,” kata Aktivis LSM, Gatot Ratis (2/5) saat berkunjung ke redaksi skornews.

 

Program dari Kementerian Pertanian yang sampai ke petani hanya berupa “sampah” yang tidak berpengaruh banyak terhadap peningkatan produktifitas pertanian dan perkebunan apalagi kesejahteraan Petani.

 

Sebagai contoh, buruknya pelaksanaan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan adalah pada pengadaan pupuk dan bibit (benih) bagi petani menjadi tidak efektif karena spesifikasi standar mutu dan kadar unsur hara yang telah diatur Menteri Pertanian dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nyaris tidak pernah sesuai dengan kondisi seharusnya yang diterima petani.

 

Hal tersebut terjadi karena patut diduga terdapat “Mafia Berjamaah” antara oknum pemberi pekerjaan, pengawas/pemeriksa pekerjaan dan penerima pekerjaan. Pasalnya, kondisi melencengnya spesifikasi yang diterima petani tersebut berbanding terbalik dengan laporan dokumen pelaksana pekerjaan. Celakanya, pemeriksa pekerjaan dan penerima pekerjaan menyatakan sepakat dengan laporan “manipulasi” itu hingga terjadinya pembayaran oleh pemerintah kepada pelaksana pekerjaan sebagai rekanan.

 

Melencengnya spesifikasi unsur hara dalam kandungan pupuk itu diakui terjadi oleh pejabat terkait di Kementerian Pertanian maupun Dinas Perkebunan Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten. Menurutnya, hal itu wajar saja terjadi dikarenakan zat kimia yang terkandung dalam unsur hara mudah menguap akibat perlakuan yang tidak tepat terhadap pupuk saat berada di tempat penyimpanan petani.

 

Skornews mencatat, sejak digulirkannya Program Gernas Kakao Tahun, 2009-2016 Alasan tersebut menjadi jawaban pasti terhadap setiap pertanyaan berkurangnya spesifikasi kandungan unsur hara dalam pupuk. Padahal, telah dikucurkan anggaran pembinaan dan pengawasan bahkan penyuluhan dalam program tersebut untuk memberikan pecerahan dan pendampingan kepada petani penerima bantuan.

 

Hal tersebut dikuatkan dengan LHP BPK RI Tahun Anggaran 2015 yang menemukan adanya sejumlah hasil uji mutu pupuk Gernas Kakao di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang dimanipulasi dokumen sample uji pupuk yang diambil pada saat berada di pelabuhan (Proses Distribusi) dan pada saat tiba di petani.

 

Jika hal itu terjadi juga pada program pendukung tercapainya swasembada pangan seperti Padi dan Jagung maka pemerintah akan sulit mewujudkan Swasembada Pangan karena tujuan dari program Pemerintah yang menyentuh langsung sendi-sendi kehidupan petani untuk meningkatkan produktifitas hasil pertanian tidak tercapai dengan baik.

 

Hal tersebut disampaikan Aktivis Gatot usai membahas simpul-simpul krusial manipulasi realisasi pengadaan pupuk program Gernas Kakao Kementerian Pertanian Tahun, Anggaran 2015 dan 2016 di kantor redaksi skornews, Jl. SMA 14 Cawang, Jakarta Timur, (2/5). ||drw

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com