,
16 Mei 2017 | dibaca: 956 pembaca
Ahmad Safei-Jayadin Diprediksi “Cerai”
Menyingkap Figur Pendamping H. Ahmad Syafei Pada Pilkada Serentak Tahun, 2018 Kab. Kolaka

gbr ilustrasi

Oleh: Abdullah Ganing, S.IP

 

Kabupaten Kolaka akan menghelat Pilkada serentak Tahun, 2018 mendatang bersamaan dengan Pemilihan Gubernur Sulawesi Tenggara pasca berakhirnya Dua Periode kepemimpinan H. Nur Alam. Kolaka saat ini dipimpin H. Ahmad Safei-Muhammad Jayadin.

 

Konstalasi politik mulai terasa hangat, gelindingan pertanyaan mulai terdengar riuh masihkah duet saat ini bersatu di periode Kedua?. Pro kontra mulai bermunculan di media, ada yang mengharapkan Safei-Jayadin tetap berlanjut tapi tidak sedikit pula menginginkan mereka “bercerai”.

 

Mudah ditebak, bagi mereka yang terlanjur nyaman dengan segala situasi dan kondisi hari ini tentunya mendukung duet Safei-Jayadin berlanjut, alasan lainnya adalah dengan mempertahankan Jayadin tentunya dapat menekan ongkos politik keduanya.

 

TETAPI dari catatan penulis dengan melihat sejumlah “goncangan” politik yang bermunculan belakangan ini, SMS Berjaya mustahil bertahan.

 

Ada keinginan sekelompok yang diketahui dekat dengan pucuk pimpinan, mereka terlihat tidak lagi sejalan dan menganggap pasangan saat ini tidak layak lagi untuk disandingkan. Melihat fenomena yang terjadi, banyak hal menjadi pembenaran mulai dari alasan kinerja hingga sikap dan prilaku.

 

Sejumlah fenomena yang terjadi dan menjadi isu politik oleh kelompok yang tidak menginginkan Jayadin, diantaranya ketidak hadiran Jayadin di acara keluarga hingga tidak tercantumnya dalam urutan nama pembesar Kolaka sebagai turut mengundang juga menjadi isu tak sedap sebagai pembenaran.

 

Obrolan di media sosial menyoal terabas paket proyek SKPD dan salah satu BUMN di Pomalaa menjadi perbincangan yang berlanjut di meja warung kopi. Dengan begitu, kelompok pro “cerai” berkesimpulan tidak layak lagi dipertahankan meskipun masih ada pihak yang menahan diri untuk tidak mengumbar pandangan tersebut sampai pada akhirnya nanti, Ahmad Safei menentukan sikap.

 

Sementara itu, pihak yang terang-terangan melempar isu bercerainya Safei-Jayadin pada periode berikutnya berdasarkan penelusuran penulis, bahwa kelompok ini menyandingkan H. Ahmad Safei - Hj. Asmani Arief. Hal tersebut seringkali diumbar HM (politisi) melalui pernyataannya di media. Pengamat lokal menilai sah-sah saja sebagai dinamika politik jelang Pilkada .

 

LALU bagaimana dengan mereka yang berada di lingkaran Jayadin, tentunya sudah menyiapkan langkah jika nantinya benar “diceraikan” atau mungkin juga sejak awal memutuskan untuk memisahkan diri.

 

Munculnya nama Hj. Asmani Arief yang diprediksi akan ikut berkompetisi bukanlah hal baru, Srikandi kolaka itu sudah begitu populer di semua kalangan.

 

Apakah Hj. Asmani berpotensi menggeser posisi Jayadin pada kontestasi pilkada mendatang, lagi-lagi pertanyaan ini menjadi menarik lantaran track record Asmani Arief dalam birokrasi tak dapat dipandang remeh, sejumlah posisi dan jabatan strategis pernah Ia duduki, mulai dari Kabag Humas, Camat Kolaka, Kabag Ekonomi dan Kadis Perindagkop. Selain itu, di banyak peristiwa penting, Asmani Arief selalu terlibat sebagai tokoh berpengaruh karena kedekatannya dengan masyarakat dan sejumlah tokoh.

 

Wacana tergesernya Jayadin pun kian merebak setelah sejumlah politisi di DPRD Kolaka melontarkan pernyataan bahwa Ahmad Safei sebaiknya berpikir ulang jika ingin berpasangan dengan Jayadin, lantaran Jayadin dinilai tidak memiliki kemampuan menerjemahkan sejumlah persoalan yang terjadi saat ini, baik di lingkup Pemerintahan maupun persoalan yang dihadapi masyarakat secara umum.

 

Menyikapi serangan berupa pernyataan demikian, Jayadin bereaksi dengan membuat pernyataan bahwa dirinya masih tetap berpasangan dengan H. Ahmad Safei untuk peride Kedua, 2018 mendatang.

 

Banyak hal yang membuat Jayadin jadi sasaran kekecewaan sejumlah pihak termasuk dengan diangkatnya saudara kandungnya Sal Amansyah sebagai Kepala Dinas Pendidikan yang dinilai tidak membawa perubahan signifikan dalam peningkatan mutu dan layanan pendidikan di Kabupaten Kolaka.

 

Kadisdik dikabarkan seringkali berkata kasar kepada guru setiapkali melakukan sidak, begitupun saat menilai karya ilmiah guru berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mencoret karya ilmiah guru yang akan naik pangkat tanpa ada solusi (petunjuk) perbaikan.

 

Akibatnya, tidak sedikit guru di semua jenjang terhambat kenaikan pangkatnya karena masalah PTK sementara pihak Disdik tidak pernah melakukan pelatihan pembuatan makalah PTK untuk semua guru. Sikap arogan dan otoriter Kadis Pendidikan itu, rupanya juga menjadi amunisi untuk menyerang Jayadin di Pilkada Kolaka.

 

Selain itu, Jayadin bersaudara juga sudah sangat terbuka mendukung DR. H. Lukman Abunawas, SH., MH. sebagai Calon Gubernur Sulawesi Tenggara. Melalui saudara kandungnya, Ir. Akhdan yang ditunjuk sebagai Ketua LA Centre di Kolaka, setidaknya menambah panjang daftar kekecewaan sejumlah kalangan yang ikut berjuang di SMS Berjaya. Padahal, saat Pilkada yang memenangkan SMS Berjaya itu, tidak bisa dipungkiri andil besar seorang Rusda Mahmud (Bupati Kolaka Utara) yang rencananya juga ikut maju sebagai calon Gubernur Sulawesi Tenggara.

 

Inilah realitas bahwa telah terjadi goncangan politik di tengah merebaknya perebutan kursi nomor dua pendamping Ahmad Syafei di periode Kedua nanti.

 

Dengan goncangan politik itu, bisa dipastikan peluang Jayadin untuk bersama dengan H. Ahmad Safei hampir pasti bertahan hanya di periode pertama saja. Sejarah Pilkada Kolaka mencatat selalu terjadi pecah kongsi antara Bupati-Wakil Bupati di periode selanjutnya.

 

Meskipun banyak pihak yang mengungkap bahwa Safei-Jayadin punya kontrak politik selama dua periode dengan simbolisasi adat namun merebak informasi bahwa Kontrak politik itu sejatinya tidak berlaku untuk periode berikutnya. Logikanya, Partai Politik pengusung punya andil dalam mentukan figur calon Wakil Bupati berdasarkan mekanisme.

 

SEJATINYA Masyarakat Kabupaten Kolaka tentu cerdas menilai perilaku pemimpin yang bekerja untuk rakyat atau hanya mementingkan kelompok, siapapun yang memimpin Kolaka nantinya diharapkan mampu membuat perubahan kearah yang lebih baik. Wasssalam…

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com