,
09 Juni 2014 | dibaca: 1250 pembaca
Aertembaga Rubah Paradigma "Kotor" Sampah

TPA Aertembaga Bitung-Sulut

SKOR, Bitung-Sulut

Tempat pembuangan akhir (TPA) yang identik dengan bau tidak sedap tidak akan ditemui di TPA Aertembaga Kota Bitung. Pasalnya, keseriusan Pemkot melalui Dinas Kebersihan bersama dengan Pengelola TPA Aertembaga dalam merubah image “Bau” sampah menjadi tempat rekreasi patut diacungi jempol.

 

Kadis Kebersihan Kota Bitung, Yossy Kawengian melalui kepala seksi TPA Aertembaga yang akrab disapa Okto ini, mengatakan TPA ini merupakan salah satu atau mungkin satu satunya TPA di Indonesia yang menggunakan teknologi geomembran dan geotextile yang berfungsi menyaring zat-zat beracun dari sampah yang ada di pembuangan akhir.

 

Alat dan Tekhnologi yang digunakan dikirim langsung dari Australia dan juga ini adalah TPA mengkaryakan para pemulung sebagai mitra, "disini pemulung kita beri fasilitas tempat tinggal dan gudang serta mengangkut hasil yang mereka dapatkan untuk di jual, juga kita siapkan MCK dan air bersih yang diambil dari mata air serta gas untuk kebutuhan memasak yang merupakan gas methan dari sampah", Okto.

 

Jumlah pemulung yang dibina oleh Dinas Kebersihan Kota Bitung di TPA Aertembaga sebanyak 16 kepala keluarga yang berasal dari daerah sekitar lokasi TPA di Kecamatan Aertembaga. TPA ini juga memiliki fasilitas pengomposan yang dijadikan pupuk dan sudah digunakan di hampir semua taman di kota Bitung juga di taman kantor walikota Bitung serta beberapa SKPD juga mengambil pupuk hasil pengomposan di TPA Aertembaga untuk kebutuhan tanaman disekitar kantor.


Salah seorang pemulung, Agus yang tinggal dilokasi TPA mengatakan “ saya sangat senang dan bangga bisa berada disini di bawah binaan Dinas Kebersihan Kota Bitung, kami semua disini mendapatkan penghasilan antara Rp 150 Ribu - Rp 200 Ribu / hari, dari hasil kerja menjadi pemulung dan juga mendapatkan tempat tinggal serta disiapkan gudang penampungan barang bekas dari hasil yang didapatkan di TPA", ujar Agus.

 

Camat Aertembaga, Sipri Mandag saat ditemui SKOR mengatakan “salut dengan kinerja Dinas Kebersihan terutama cara Kadis mengatur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Aertembaga sehingga bisa seperti sekarang ini dan menjadi TPA percontohan yang sering dikunjungi warga di Kota Bitung untuk dijadikan tempat rekreasi karena pemandangan dari puncak TPA sangat indah dengan latar belakang selat Lembeh dan yang paling penting adalah TPA ini merekrut dan membina beberapa warga Kecamatan Aertembaga untuk dipekerjakan di lokasi TPA, mereka yang tadinya tidak memiliki penghasilan menjadi menjadi produktif dengan hasil yang lumayan, ungkapnya.


Yang paling unik dari TPA ini adalah, rencana Kadis Kebersihan untuk menjadikan TPA Aertembaga menjadi salah satu tujuan wisata edukasi di Kota Bitung dan berbagai trik menjadikan sampah berubah jadi barang yang bernilai, Tambah camat Sipri Mandag.

 

Dinas Kebersihan Kota Bitung berharap bantuan dari masyarakat agar bisa tetap menjaga kebersihan di lingkungan masing masing dan buanglah sampah pada tempatnya sesuai dengan jenis sampah tersebut agar petugas dari Dinas Kebersihan yang mengangkut sampah bisa langsung memilahnya, katanya. Ais/Arham

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com