,
12 Februari 2017 | dibaca: 750 pembaca
Advokat Senior, Andi Aziz Maskur Buka Kantor Hukum

Advokat, Andi Aziz maskur, SH. Buka Kantor Hukum

Maros-Sulsel, skornews.com

 

Advokat senior jebolan PERADI (Persatuan Advokat Indonesia), Andi Aziz Maskur, SH dan rekannya Muhammad Kasim, HS. SH. resmi membuka Kantor Hukum yang bertempat di Jl. Azalea No. 3 Kab. Maros, Sulawesi Selatan.

 

Peresmian kantor hukum tersebut dilaksanakan pada hari jum'at (10/02) yang dihadiri sejumlah Pejabat Pemerintah Daerah, Politisi, OKP, LSM, Advocat, Pers dan Sahabat-Sahabatnya.

 

“Tujuan didirikannya Kantor Hukum ini untuk memudahkan masyarakat melakukan konsultasi hukum dan permintaan pendampingan hukum, masyarakat yang tergolong kurang mampu akan diberikan pendampingan hukum secara gratis dengan ketentuan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari pemerintah setempat,” tutur Aziz Maskur.

 

Sebagai pengacara senior, keberhasilan Aziz Maskur dalam melakukan pendampingan hukum sejumlah perkara tidak diragukan lagi, profesi advokat dijalaninya dengan dengan penuh keyakinan.

 

Banyak bersentuhan dengan pencari keadilan membuat Andi Azis Maskur berambisi untuk berjuang dan melakukan pembelaan atas dasar hukum, keadilan dan kebenaran sejati. Aziz Maskur memandang bahwa advokasi hukum adalah tugas mulia seorang yang berprofesi pengacara, siapapun klien yang didampingi sudah menjadi tugas pengacara untuk membela hak-hak hukumnya sehingga setiap proses hukum di pengadilan pada akhirnya harus selesai berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

 

Saat dikonfirmasi skornews terkait isu-isu sentral yang berkembang di Maros seperti korupsi dan literasi, Aziz Maskur menjelaskan bahwa pemerintah seharusnya melibatkan kepolisian dan kejaksaan serta seluruh elemen terkait penegakan hukum dalam merencanakan, menganggarkan, dan pelaksanaannya sampai evaluasi akhir suatu kegiatan yang menggunakan dana APBD/APBN agar bisa ada chek and balance dalam penggunaan anggaran dan pada akhirnya dapat meminimalisir tindakan penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan keuangan negara.

 

Terkait Maros menuju kota literasi seperti yang digagas oleh sejumlah OKP, Pemerintah dan KNPI, menurut Aziz maskur Literasi itu soal minat atau kemampuan membaca dan menulis, jadi diperlukan konsep seni agar masyarakat berminat meningkatkan literasi karena tanpa seni sebagai alat perangsang maka saya yakin tujuan dari pada literasi itu akan berjalan lambat dan pada akhirnya tidak berjalan karena terkalahkan oleh kecanggihan dunia maya.

 

“Jangan sampai ada oknum-oknum yang hanya menjadikan ide literasi sebagai proyek untuk menggerogoti APBD,” pungkas Aziz Maskur.

 

Syamsir (30 Th) warga asal Kec. Bontoa yang hadir dalam acara peresmian tersebut kepada skornews mengatakan, Aziz Maskur adalah sosok pengacara yang bersahaja dan kharismatik, sekalipun dia berasal dari keturunan "Karaeng" tetapi sikap dan pergaulannya tidak “pandang bulu” mulai dari pejabat hingga petani dan tukang becak diperlakukannya dengan sangat hormat, hal itulah membuat banyak masyarakat maros yang mengaguminya. ||Rauf

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com