,
17 September 2019 | dibaca: 191 pembaca
Adili Pelaku Kekerasan Jurnalis di KPK

Jakarta, skornews

 

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam tindak kekerasan yang dilakukan oleh sebagian massa aksi terhadap jurnalis yang melakukan liputan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (13/9). 

 

Ada dugaan upaya pembiaran dari aparat kepolisian yang berjaga di lokasi. Pada Jumat siang, sekelompok massa yang mengatasnamakan diri sebagai Himpunan Aktivis Indonesia serta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Relawan NKRI mendatangi gedung KPK di Jl. H. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. 

 

Massa aksi menyampaikan aspirasi mendukung atas terpilihnya Firli Bahuri sebagai Ketua KPK yang baru, mereka juga menyebut revisi UU KPK sebagai bentuk penguatan lembaga anti rasuah itu.

 

Aksi demonstrasi awalnya berjalan tertib, tiba-tiba menjadi rusuh sekitar pukul 14.30 WIB. Puluhan massa aksi memaksa masuk menerobos halaman depan gedung KPK lalu membakar sejumlah karangan bunga yang sebelumnya dikirimkan oleh aktivis antikorupsi dan wadah pegawai KPK, mereka juga memaksa ingin mencopot kain hitam yang menutupibsimbol KPK.  

 

Salah seorang korban kekerasan, kameramen Beritasatu, Rio Comelianto menceritakan bahwa jurnalis yang bertugas di gedung KPK mengalami intimidasi fisik secara langsung. Sejak kericuhan terjadi, Press Room jurnalis yang berada tepat di samping ruang lobi KPK, dilempari batu dan bambu oleh massa aksi.

 

“Kami benar-benar jadi sasaran, dilarang meliput dan ambil gambar,” kata Rio.

 

Demi mengamankan diri, beberapa jurnalis ada yang tetap berada di dalam press room, sebagian jurnalis lainnya menghindari daerah sekitar press room. Ketika salah seorang massa aksi memaksa untuk melepaskan kain hitam penutup simbol KPK, Rio dan seorang reporter Beritasatu mencoba untuk meliput kejadian tersebut.

 

“Kami dihalang-halangi, reporter saya dipukul, saya dicakar. Kamera saya disenggol dan jatuh,” ucap Rio.

 

Beberapa jurnalis lainnya juga mengalami hal serupa, tripod salah seorang jurnalis Kompas TV bahkan sampai rusak.

 

“Kami menyayangkan, polisi terkesan membiarkan tindak kekerasan, pelaku dibiarkan lepas begitu saja. Polisi bahkan menghimbau kami agar jangan ambil gambar,” tutur dia.

 

AJI Jakarta mengecam tindakan kekerasan dan penghalang-halangan liputan yang terjadi di gedung KPK. Pasal 8 Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tegas menyatakan bahwa jurnalis mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan profesinya. Kerja-kerja jurnalistik meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik.

 

Pasal 18 UU Pers menegaskan, setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan menghambat atau menghalangi upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dengan pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

 

Atas peristiwa tersebut, AJI Jakarta menyatakan:

 

1. Mendesak aparat kepolisian untuk mengusut, menangkap pelaku dan memproses kasus ini secara hukum

 

2. Meminta aparat kepolisian untuk memastikan keamanan jurnalis saat meliput demonstrasi

 

3. Mengimbau jurnalis untuk menjaga independensi dan taat kode etik jurnalistik

||Rossa (SP. AJI Jakarta)

​​​​

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com