,
27 Januari 2017 | dibaca: 1910 pembaca
“Putusan Sesat” Majelis Hakim PA
NH: Karena hak Tergugat tidak diberikan maka putusan menjadi cacat formil dan "sesat"

Kantor Pengadilan Agama Maros

Maros-Sulsel, skornews.com

 

Majelis Hakim Pengadilan Agama Maros yang mengadili perkara cerai antara Firdaus Bin H. Muhlis melawan Irma Binti H. Abdullah dengan No: 414.pdt.G/2016/PA Mrs, diduga telah salah menjatuhkan putusan karena melanggar hukum acara peradilan.

 

Sebagaimana diketahui, pasangan tersebut menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Mandai Kab. Maros (27/10/2002) berdasarkan kutipan Akta Nikah No : 238/05/XI/2002, namun setelah hidup bersama selama 14 Tahun, Irma (31 Th) tiba-tiba menggugat cerai Firdaus (36 Th) di Kantor Pengadilan Agama Maros (18/10/2016).

 

Tergugat Firdaus saat dikonfirmasi skornews (26/01) mengaku kaget dan kecewa atas putusan Majelis Hakim yang mengabulkan gugatan penggugat dan menjatuhkan Talak Satu Ba'in Shugra kepadanya. Menurutnya, Majelis Hakim yang mengadili perkaranya tidak memberikan haknya untuk membela diri dan menghadirkan saksi-saksi yang dapat membantunya, tutur Firdaus.

 

Menurut Firdaus, sidang perkara cerainya hanya dilaksanakan 2 kali dan 2 kali juga Mediasi dengan Mediator Irham Riad, S.HI, M.H (23/11/2016) namun upaya itu gagal.

 

Saat digelar sidang pertama dengan agenda mendengarkan keterangan Penggugat dan Tergugat, kemudian dilanjutkan sidang kedua dengan agenda mendengarkan keterangan saksi penggugat, setelah pemeriksaan saksi-saksi tersebut Majelis Hakim langsung membacakan amar putusannya tanpa dihadiri tergugat padahal tergugat hadir diluar persidangan tapi tidak dipanggil ke dalam diruang persidangan.

 

Sumber skornews yang juga berprofesi Hakim, “NH” yang mengetahui hal itu menuding Majelis Hakim dalam perkara tersebut telah salah dalam menerapkan hukum karena bertentangan dengan Pasal 150 R.Bg.

 

“Sesuai dengan ketentuan hukum acara persidangan menurut NH, Majelis Hakim sebelum menjatuhkan putusan harus pula memberikan hak kepada tergugat menghadirkan saksinya untuk dinilai dalam persidangan dan tergugat harus dipanggil pada saat putusan dibacakan tapi karena itu tidak dilakukan maka putusan menjadi cacat formil dan sesat,” kata NH kepada skornews.

 

Diketahui, Firdaus telah mengajukan upaya Banding di Pengadilan Tinggi Agama Makassar melalui Ketua Pengadilan Agama Maros (09/01) yang diterima oleh Panitera PA Maros, Nasruddin, S.Sos, SH. MH. Ia berharap agar Pengadilan Tinggi Agama Makassar yang mengadili perkaranya agar membatalkan putusan PA Maros No : 414/Pdt.G/2016/PA Mrs dan memeriksa Majelis Hakim PA Maros yang mengadili perkaranya.

 

Sampai berita ini ditulis, Panitera PA Maros Nasruddin ketika dikonfirmasi skornews memilih bungkam dan meyerahkannya ke Pengadilan Tinggi Makassar. //RM.011

Redaksi/Tata Usaha

Jl. SMA 14 No.16B Cawang, Jakarta Timur

Telp: +62851 0009 5520/0853 1116 6156

Bank Mandiri: 166-00-0127395-2

an. PT SOLUSI KOMUNIKASI REGIONAL

e-mail: redaksi@skornews.com

website: www.skornews.com